6/01/2010
Lagerstroemia
It is a member of the Lythraceae, which is also known as the Loosestrife family. The genus is named after the Swedish merchant Magnus von Lagerström, who supplied Carolus Linnaeus with plants he collected.
While various species and cultivars are able to fill a wide variety of landscape needs, crape myrtles are chiefly famous for their colorful and long-lasting flowers. Most species of Lagerstroemia have sinewy, fluted stems and branches with a mottled appearance that arises from having bark that sheds throughout the year.
The leaves are opposite, simple, with entire margins, and vary from 5-20 cm (2-8 in). While all species are woody in nature, they can range in height from over 100 feet to under one foot; most, however are small to medium multiple-trunked trees and shrubs. The leaves of temperate species provide autumn color.
Flowers are born in summer and autumn in panicles of crinkled flowers with a crepe-like texture. Colors vary from deep purple to red to white, with almost every shade in between. Although no blue-flowered varieties exist, it is toward the blue end of the spectrum that the flowers trend, with no sight of orange or yellow except in stamens and pistils.
The fruit is a capsule, green and succulent at first, then ripening to dark brown or black dryness. It splits along six or seven lines, producing teeth much like those of the calyx, and releases numerous small winged seeds.
In their respective climates, both sub-tropical and tropical species are common in domestic and commercial landscapes. The timber of some species has been used to manufacture bridges, furniture and railway sleepers.
Lagerstroemia species are used as food plants by the larvae of some Lepidoptera species including Endoclita malabaricus. The leaves of Lagerstoemia parviflora are fed on by the Antheraea paphia moth which produces the tassar silk (Tussah), a form of wild silk of commercial importance in India.
Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Lagerstroemia
See Also: florist, florists, flower, flowers
Rental Car wedding
Pasangan pengantin yang akan melangsungkan pernikahan kadang-kadang ada yang kewalahan ketika mengurus masalah angkutan atau transportasi.Dengan jumlah anggota keluarga yang banyak, sering kali, anggota keluarga tidak seluruhnya tiba secara bersamaan di tempat resepsi.
“Selain itu, dengan mini van ini, antar jemput menjadi lebih nyaman karena interior yang luas, fasilitas baik dan pengemudi profesional yang berpengalaman, bepergian bersama-sama tentu juga membuat perjalanan lebih menyenangkan dan berkesan
Sumber :blogdetik.com
Party Organizer untunk anak - anak
Sumber : kiddiesparty.com
Alat fitnes untuk kebugaran tubuh
Sumber : bataviase.co.id
Tempat makan kuliner bandung
Ya, seiring pergantian waktu, suatu usaha tentu saja mengalami pasang surut. Begitu juga dengan beberapa tempat makanan dan tempat minuman enak di
Sumber : Kusut BlogDetik.com
Spare Part Alat Berat bangunan
Cerahnya bisnis pertambangan, khususnya batu bara, mendongkrak kinerja pelaku bisnis spare part alat berat, seperti PT United Tractors Tbk. Pada 2008, United Tractors diperkirakan menguasai 45% pangsa pasar, disusul PT Trakindo Utama (25%), dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (20%). Adapun 10% sisanya diperebutkan oleh 24 perusahaan lainnya.
Sumber :
Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis –
Candle Therapy untuk kuping
Telinga kita terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian dalam, tengah dan luar, yang sangat berpotensi terkena kotoran, virus dan bakteri yang berujung pada permasalahannya sendiri-sendiri. Misalnya, bagian dalam telinga yang terdiri dari kanal berbentuk setengah lingkaran dan berfungsi menjaga keseimbangan tubuh, jika terinfeksi akan menyebabkan labirintitis. Labirintitis inilah yang akan memunculkan rasa mual hingga vertigo. Kemudian, bagian tengah atau gendang telinga yang berbentuk seperti busa dan bersifat lembab, jika mengalami pembengkakan akibat terlalu lembab akan mengakibatkan infeksi dan bahkan pecahnya gendang telinga.
Lalu bagaimana lilin dapat membasmi semua keluhan penyakit itu? Adalah orang Indian yang awalnya melakukan Ear Candle Therapy atau di sebut juga terapi lilin dengan menggunakan kulit jagung yang dicelupkan dalam lilin lebah. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, lilin yang digunakan untuk terapi adalah lilin khusus yang berlubang dengan panjang 20 sentimeter, jelas Susana Budiman, terapis terapi lilin pada bukunya Terapi Lilin Telinga (Ear Candling).
Kalau berbicara mengenai intensitas dan jumlah pemakaian lilin terapi yang dibutuhkan, kita harus menyesuaikannya dengan kondisi penyakit dan banyaknya kotoran yang ada di dalam telinga. Kalau hanya bertujuan untuk pemeliharaan saja, kita cukup melakukannya sebanyak 6 kali dengan 2 lilin terapi saja. Sedangkan untuk yang memiliki gangguan parah pada telinga, dianjurkan untuk melakukan terapi ini sebanyak 3 hari sekali selama 3 minggu, tapi dengan catatan melakukan penyembuhan pada infeksi atau peradangannya terlebih dahulu sebelum melakukan terapi ini.
Sumber : Kompas