Tampilkan postingan dengan label sushi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sushi. Tampilkan semua postingan

8/26/2010

Openricer review

Akhirnya bisa review lagi...!!!

hahaha... kali ini mau review salah satu restoran buffet di Grand Indonesia..
Well.. THANKS To OPENRICE atau Vouchernya... Free 1 Person Meal at Cardamon..!!!

Restoran Cardamon ini terletal di lantai 5 Grand Indonesia.. Restorannya cukup nyaman, Desain nya a`la cafe italia gitu.. tapi sebenarnya masakannya asia abis,..
Untuk suasana dan kebersihan restoran Cardamon cukup oke.. Cuma agak mengecewakan ternyata di dalem boleh smoking.. dan tidak ada space khusus para smoker.. alhasil kamipun cukup kecewa.

Ok, Langsung aja ke makanannya ya

Cardamon Restaurant memiliki konsep self service buffet yang artinya kita tinggal ambil aja makanannya dari meja saji..

1. Appetizer

Disini appetizernya ada salad dan soup...
nah karena soupnya kelihatan lebih maknyus makanya kamipun mengambil soup jagung.. nah di pojok kiri kami melihat sushi terpajang... langsung deh naluri sushinya muncul..langsung aja kita ambil..
Soup jagungnya enak..jagungnya manis asli..tapi supnya jadi agak terlalu manis..gurih sih..
sushinya standar lah.. yang enak sushi yang dibungkus telur itu..bentuknya bagus..telurnya manis-manis asin gimana gitu..

2. Main Course
Spaghetti Oriental.. Spaghetti ini nggak tawar...enak banget...pedes, manis, gurih... yummy..

Gindara Fish Finger..
Ikan gindara goreng ini enakk banget...ikannya seger.. emang dasar gw suka ikan sih...mantap abis deh ikannya

Potato Wedges.. Potato Wedgesnya ga tawar..dikasih bumbu gitu.. jadinya enak deh..beda sama potato wedges di resto buffet lain..

Beef Ball Curry
Bola-Bola daging sapi ini dimasak agak sedikit mirip rendang, hanya saja bumbunya tidak pedas.. rempah-rempahnya nampol abis..

Chicken Thailand Curry
Ayam ini the best of the best food menurut kami di cardamon.. bumbu karinya begitu enakk.. rempah abis... bumbunya juga tidak pedas..Recommended

Nasi Goreng
Nasi Goreng di Cardamon rasanya halus dan tidak terlalu nampol. ringan rasanya..

Mie Aceh
Mie Aceh juga salah satu makanan yang kami rekomendasikan.. Mie-nya rempah banget..agak pedas dan gurih asinnya juga pas... sensasi rasanya buat penasaran... pengen nambah lagi...

Khusus untuk Nasi Goreng & Mie Aceh dipesan melalui Waiter..

3. Dessert

Banana Caramel
Pisang disini manis-manis asem..cuma karena ada karamelnya yang begitu melted itu menutupi rasa asamnya.. yang bikin saya tambah suka.. Pisang Karamel disini disajikan dalam keadaan HANGAT... padahal taro di piring gitu loh di deretan dessertnya..

Es Selasih
Es nya rasanya standar..Segar manis.. isinya selasih, Rumput laut, dan nata de coco.

4. Beverages

1. Hot Tea
Hot Tea disini ga asal2an.. Pake DILMAH TEA.. terus dikasih berbagai macam pilihan gula untuk ditambahin ke tehnya... yang lucu kjita dikasih sebuah biskuit Oreo di samping cangkir tehnya..

2. Strawberry Thai Tea..
Minuman ini enak banget..di atasnya juice strawberry gitu cuma strawberrynya ga terlalu hancur... kemudian dicampur teh thailand, dan susu kental manis di bagian dasarnya..manis, asam.. TOP!!!!


Keseluruhan, makan di cardamon ini berkualitas dan enak.. tidak seperti kebanyakan restoran buffet yang mementingkan kuantitas dibanding kualitas.. mungkin ini sebabnya di cardamon memiliki jargon Eat All You Can bukan All You Can Eat kali ya..

Untuk makanan per-orang Rp. 75000++ Plus pajak 17% Jadi sekitar 87ribu-an..
Untuk Hot Tea nya Rp 13.500 + 17%
Untuk Strawberry Thai Tea nya Rp 26.000 + 17%

Disini member openrice yang udah punya open rice Card juga dapet diskon 15%..

Keseluruhan, Restoran Cardamon bakal jadi Restoran yang selalu bikin rindu setiap penikmat makanan asia..

Source: www.id.openrice.com

See also: ramen, sushi tei


8/25/2010

Ramen Outside Japan

Ramen has become popular in China in recent years where it is known as rìshì lāmiàn (日式拉面, "Japanese Style lamian"). Popular Japanese ramen chains serve ramen alongside distinctly Japanese dishes such as tempura and yakitori, something which would be seen as odd in Japan.

Wagamama, a successful pan-Asian chain with establishments mainly in European cities, is known for its noodle soups marketed as ramen (but which are quite different from ramen in Japan).

Ramyeon (라면) is the Korean version of ramen. Ramyeon in Korea is a popular instant meal. Korean ramyeon is known to be hot and spicy, as its soup is usually flavored with chili peppers. There are many varieties of Korean ramyeon, such as kimchi-flavored, seafood-flavored and beef-flavored. Some restaurants serve variations of ramyon with different flavors.It is usually served with vegetables, such as carrots and green onions, and eggs on top.

In Central Asia the dish has thicker noodles, is significantly spicier, and is known as laghman.

Source: www.wikipedia.com


See also: sushi, sushi tei


7/26/2010

Review Makanan Jepang

Pada tanggal 12 juni kemarin saya main ke daerah kelapa gading untuk berwisata kuliner dan nonton di MOI.. Sehari sebelumnya saya coba searching tentang restoran enak di wilayah kelapa gading...

Akhirnya saya menemukan nama satu resto sushi baru yang dibuka di daerah bulevar, surganya makanan di kelapa gading...

untuk nemuin tempatnya gak susah...begitu ketemu jalan bulevar dari arah la piazza tempatnya di sebelah kanan ( sederetan bubur sapo bun ong)

tempatnya dua lantai dengan lantai satu ada sushi barnya dan lantai dua dengan tatami di daerah dekat jendela.. kami pun memutuskan untuk duduk di tempat dekat jendela(tatami)

Sushi Joobu merupakan rumah makan sushi yang terbilang murah, mirip sushinaga.. nah kalo sushi naga itu chefnya ex-sushi tei, katanya sushi joobu ini chefnya ex-pokesushi..

Yap... Let`s start REVIEW :

makanan disini cukup murah bila dibandingkan resto sushi di mall-mall..dan kita pun memesan :

1. Beef Teriyaki Rice (40ribuan)

Beef teriyakinya enakkkk banget..bumbunya khas gitu... beda banget sama beef2 teriyaki yang lain... TOP MARKOTOP !!! porsinya cukup besar, saya share berdua dengan pasangan saya

2. Salmon Roll (22rb)

KEUNGGULAN TOP SUSHIJOOBU adalah dagind salmonnya yang begitu SEGARRRRRR
SEGAR banget sampe2 ga ada bau amisnya sama sekali..top...

3. Unagi Cheese Roll(27rb)

Unagi cheese rollnya enak... cheesenya sama unaginya nyatu banget di lidah..gurih...
bagi yang suka sushi filled with cheese pasti demen deh...

4. crab Salad(30rban)

saya dan pasangan saya pernah makan di poke sushi beberapa kali dan suka banget sama crab saladnya.. jadi kita mau ngetest ni bener ga chefnya ex pokesushi... dan ternyata hasilnya:
CRAB SALAD nya mirip banget sama poke sushi punya.. yummy.... mayonya juga ngeresep banget...shocked

Total makan sih sekitar 120 ribuan...

oh ya enaknya lagi... disini harga makanannya udah include PPN, dan Ochanya FREE

Pas lagi dateng si lagi ada promo disc 30% untuk kedatangan berikutnya..tapi jangka waktunya 3 hari aja huffy

well, kesimpulannya untuk resto sushi baru, sushi joobu berhasil buat saya jatuh cinta...
apalagi salmonnya tuh seger banget..wajib coba ni

Sumber: http://bit.ly/a9HqFA

7/08/2010

Bagaimana Sushi Mendunia?

Alih Bahasa Oleh: Ratih

Tuna tidak perlu dipromosikan di Jepang, karena merupakan seafood terpopuler disana. Setiap tahun permintaan ikan tuna begitu besar. Nikkatsuren, Federasi Pencinta Ikan Tuna meluncurkan “Hari Tuna” (Maguro no hi). Hari itu, para penjual tuna memajang poster-poster dan membagikan kartu-kartu resep. Tanggal 10 Oktober merupakan tanggal pertama kalinya ikan tuna muncul dalam literatur Jepang, dalam koleksi puisi klasik abad 8 yang dikenal dengan Man'yoshu. Kebetulan tanggal 10 Oktober bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional Jepang. Sehingga, Goro-kun si tuna sportif merupakan cara efektif untuk mempromosikan kebudayaan nasional Jepang, makanan sehat demi kehidupan yang aktif, dan liburan bersama keluarga.


Di luar Jepang, tuna mentah tidak dianggap lezat pada awalnya. Ide soal ikan mentah yang diiris tipis bukanlah sesuatu yang mudah diterima dalam kebudayaan masyarakat lain. Hanya sedikit makanan Jepang yang muncul di media Amerika Serikat setelah Perang Dunia kedua. Baru pada tahun 1960-an artikel tentang sushi muncul di sebuah majalah gaya hidup seperti Holiday dan Sunset. Tapi resep yang ditawarkan adalah sushi dengan bahan udang bukan ikan mentah yang dibungkus nasi. Pada tahun 1972, New York Times meliput tentang pembukaan sebuah restoran sushi dengan artikel berjudul “Wake Up Little Sushi!” review restoran ini menggiring pembaca untuk lebih mengenal sushi termasuk penciptanya di Amerika Utara. Tahun 1970-an memang tahun menanjaknya popularitas sushi di Amerika Utara, Eropa dan Amerika Latin. Sushi menjadi bagian dari fashion, “sushi” lip gloss diambil dari warna merah tuna mentah hingga “wasabi” cat kuku, berwarna hijau muda seperti warna daging alpukat.


Popularitas sushi berpengaruh pada naiknya penjualan ikan tuna di Jepang. Pada tahun 1984 dari 957 ton menjadi 5235 ton. Permintaan ikan tuna sebagai bahan utama sushi di dunia cukup mengejutkan. Hal ini diikuti dengan maraknya restoran sushi di berbagai belahan dunia, baik Asia maupun Eropa. Kendala cuaca kadang menjadi kendala dalam pengiriman sushi. Namun hal ini tidak menjadi kendala para pemilik restoran untuk memesan ikan tuna langsung dari Jepang.


Sushi kemudian menjadi bagian dari kehidupan bergengsi. Sushi disediakan bukan hanya di gerai-gerai atau restoran namun menjadi salah satu menu andalan hotel mewah. Maka permintaan chef ahli sushi pun meningkat. Demi memberikan kebutuhan akan chef di restoran-restoran dan hotel-hotel mewah, sebuah sekolah khusus didirikan di Tokyo, bernama Sushi Daigaku (Universitas Sushi) menawarkan sertifikat sushi bagi para siswanya. Sushi kemudian identik dengan budaya Jepang dimata dunia.


Sumber:

Watson, James I and Melissa I Caldwell (Editors). 2005. The Cultural Politics of Food and Eating: A Reader. Oxford: Blackwell Publishing