Tampilkan postingan dengan label wedding photo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wedding photo. Tampilkan semua postingan

9/07/2010

Masalah Mengenai Foto Pre Wedding

Forum Bahtsul Masail Putri ke-12 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri kemarin juga menetapkan haram bagi kegiatan foto pre wedding. Forum santri tersebut menganjurkan pemotretan itu dilakukan setelah akad nikah untuk menghindari perbuatan maksiat.

Ketua panitia Bahtsul Masail Putri dari Pondo pesantren Lirboyo Iswatun Hasanah menjelaskan aktivitas fotografi yang lazim dilakukan calon pengantin tersebut saat ini sudah menjadi tren di masyarakat. Bahkan hampir semua calon mempelai mencantumkan foto-foto mesra mereka dalam undangan maupun souvenir.

Menurut dia, penjatuhan haram atau larangan ini berlaku kepada kedua calon mempelai dan juru gambar atau fotografer yang bersangkutan. Sebab Islam telah mengatur secara tegas tata cara bergaul dengan lawan jenis di luar muhrim, yang kerap ditabrak oleh calon pengantin yang notabene belum berstatus suami istri.Iswatun mencontohkan perbuatan ini terjadi manakala calon pengantin dengan sengaja berangkulan, berduaan, dan berciuman hingga menimbulkan tindakan percampuran yang melanggar batas kesusilaan. Bahkan beberapa calon pengantin perempuan dengan sengaja mempertontonkan auratnya kepada calon suami dan fotografer sekaligus. “Karena itu juru gambarnya juga haram karena membolehkan kemaksiatan,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, forum santri yang diikuti 258 perwakilan pondok pesantren di seluruh Provinsi Jawa Timur dan Madura ini menganjurkan calon mempelai untuk melakukan akad nikah terlebih dulu. Selanjutnya mereka diperkenankan melakukan pemotretan pre wedding sebagai pelengkap pelaksanaan pesta pernikahan.

Sumber – artikellama.blogspot.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Menjalani Bisnis Weddding Fotografi

Menjalani bisnis wedding photo gampang-gampang susah. Kreatifitas adalah modal utamanya. Kini, tak sedikit yang mencoba peruntungan di bidang ini, khususnya bagi mereka yang suka bekerja sebagai free lancer. Menariknya, apabila didasari hobi, menjalankan bisnis foto pra wedding akan menjadi bisnis yang menyenangkan di samping mendatangkan penghasilan yang lumayan.

Salah satu anak Medan yang lumayan sukses menjalankan bisnis fotografi, yang juga mencakup foto prawedding adalah Hendi Sujatmiko. Dari awalnya hanya bermodalkan kamera DSLR, ia mulai merambah bisnis yang sebenarnya lumayan menantang namun berpeluang besar ini.Memulai sejak tahun 1997, kini Hendi sudah memiliki studio sendiri di kawasan Jalan Setia Budi. “Sebenarnya modalnya hanya kreatifitas,”

Tampil beda dan unik. Inilah salah satu skenario yang kini sedang trend dalam konsep foto “pra wedding”. Ada lagi pose-pose foto yang mengadaptasi kisah tradisional “Jaka Tarub” atau “Rama dan Shinta”, di mana kedua calon pengantin seolah-olah menjadi aktor dan aktris utamanya. Bahkan, ada juga yang rela “capek-capek” naik ke puncak Gunung Sibayak demi foto pra wedding yang sedapat-dapatnya bernilai historis.

Bagi sebagian orang, mungkin ini adalah sebuah ide yang sedikit “nyeleneh”. “Tapi, justru di situlah nilai sebuah dokumentasi foto pra wedding. Sebab, pada dasarnya foto pra wedding itu adalah dokumentasi tentang indahnya masa-masa pacaran. Tak heran bila banyak orang yang mengabadikannya dengan berbagai konsep foto,” kata Hendi.Canggihnya teknologi fotografi dewasa ini memang telah memungkin itu semua. Apalagi, dengan munculnya kamera digital dan perangkat lunak pengolah foto (photoshop), telah memungkinkan lahirnya konsep fotografi yang awalnya masih dalam imajinasi.

Sumber - www.MedanTalk.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Persiapan Sebelum Foto Pre Wedding

Pre wedding akan lebih menarik jika pemotretan prewedding dilakukan di outdoor. Pemotretan prewedding indoor/studio memang mempunyai keuntungan yakni lebih murah, cepat dan praktis.. namun pemotretan tidak akan menghasilkan kenangan dan biasanya akan mudah untuk dilupakan.Maka dari itu.. semua calon mempelai sudah jauh-jauh hari menetapkan lokasi pemotretan pre-weddingnya yang disesuaikan dengan budget yang mereka sediakan.

Pilihan lokasinya biasanya di pantai, gunung, danau, gedung2 bertingkat, bangunan tua, pemandangan hotel/villa dsbnya. Dan sudah tentu lokasi-lokasi tersebut tidak bisa diraih dalam satu hari.Lokasi pemotretan pra wedding juga bisa berupa tempat-tempat yang menjadi kenangan kedua calon pengantin. Misalnya tempat jadian.. tempat pertama kali bertemu.. dll. Saat ini beberapa pilihan lokasi favorit adalah Bali, Bromo, Singapura dan Australia.

Aturlah jadwal Anda, misalnya dengan menginap sehari sebelum pemotretan dan sebelumnya diskusikan lokasi-lokasi favorit Anda dengan fotografer pre-wedding Anda. Susunlah lokasi-lokasi tersebut sehingga menjadi rute yang gampang di tempuh dan tidak banyak menyita waktu di perjalanan.Berusahalah sesantai mungkin.. Anggaplah Anda sedang berwisata ke lokasi tersebut dan buatlah hari pemotretan prewedding Anda menjadi cerita yang akan Anda sampaikan kepada semua teman Anda.

Sumber - fotoprewedding.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

9/15/2009

Kesalahan Umum Dalam Sesi Foto Pernikahan

Setelah berbulan-bulan merancang dengan saksama dan detail segala persiapan pernikahan seperti, gaun, lokasi, daftar undangan, dan lain lainnya, pusing tujuh keliling pun tak bisa dihindarkan. Tapi, itu bukan alasan Anda boleh melonggarkan pengawasan terhadap urusan lain yang tak kalah penting yaitu kesempatan untuk mengabadikan hari bahagia Anda lewat wedding Photography Jakarta.

Tak jeli memilih fotografer
Sebelum memutuskan siapa fotografer yang beruntung mengabadikan mempelai cantik seperti Anda, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk bukan hanya melihat-lihat, tapi juga mengamati portfolio mereka. Jika fotografer tanpa pengalaman dan keahlian yang baik yang Anda pilih untuk menghemat dana, bersiap-siaplah menanggung risikonya. Jika vendor foto yang sedang Anda incar tak bersedia memberi keleluasaan untuk memilih fotografer yang Anda yakini kemampuannya, jangan ragu untuk angkat kaki dan mencari lagi.

Tak ada photo “wish list”
Pernah punya mimpi berfoto romantis dia atas bukit, di tengah ladang/persawahan? Atau di tengah hiruk pikuk lalu lintas kota besar? Tunjukkan gambar-gambar yang ada di majalah, foto-foto lama, atau gambar visual lain yang bisa membantu si fotografer untuk menangkap dan menerjemahkan harapan Anda.

Hanya mengabadikan pose atau acara tertentu
Setiap album foto perkawinan pasti memiliki foto-foto dengan pose formal atau acara-acara resmi dari sebuah Event Party pesta pernikahan. Tapi Anda tak harus berhenti dan menyamakan foto-foto perkawinan Anda dengan milik mempelai lain. Miliki foto-foto saat Anda dan si dia melakukan aktivitas santai seperti berdansa, ngobrol dengan tamu-tamu undangan, atau sekadar bertukar pandang dengan si dia di pelaminan. Momen-momen santai dan sederhana, tapi tak kalah berartinya.

Tampil berkeringat dan berminyak di foto
Siapa pun tahu, berdiri berdampingan cukup lama dengan mengenakan busana pengantin akan meningkatkan temperatur badan. Tapi jangan sampai kulit wajah berminyak plus keringat (terutama di area ketiak) memorakporandakan penampilan istimewa Anda. Sediakan bala bantuan berupa bedak, deodoran, dan handuk kecil sebagai penyelamat penampilan Anda.

Salah posisi, salah pose
Setelah beberapa foto, mungkin para tamu, Anda dan si dia mulai mati gaya . Pada momen-momen berbahaya seperti inilah penting bahwa fotografer bisa menjaga suasana agar tetap hidup, membuat Anda dan para tamu tetap fokus, fotogenik, dan di atas segalanya, tetap nyaman.

Kehilangan momen-momen kecil nan spesial
Ada beberapa prosesi dalam sebuah pesta pernikahan seperti ciuman pertama si pengantin, dansa pertama antara si mempelai perempuan dengan ayahnya, pemotongan kue, dan pelemparan buket bunga. Tapi, seringkali momen-momen sederhana (tapi tak kalah mengharukan) seperti senyum malu-malu si gadis cilik pembawa bunga, air mata bahagia dari sahabat, dan bahkan kerling mesra si dia terlupakan.

Berhenti memotret justru di jam yang tepat
Banyak pasangan pengantin memutuskan bahwa pukul 21.00 adalah saat yang pas untuk mengakhiri acara Foto Nikah. Begitu juga dengan aktivitas potret-memotret. Cobalah menjadi pengantin yang berbeda karena justru di jam-jam setelah pukul 21.00, momen-momen istimewa muncul tak terduga. So, keep shooting!

alamanda-weddingku.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang