Tampilkan postingan dengan label adat batak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adat batak. Tampilkan semua postingan

3/04/2010

Tata Pernikahan Adat Batak



Pada dasarnya, adat perkawinan batak, mengandung nilai sakral. Dikatakan sakral karena dalam pemahaman perakwainan adat batak, , bermakna pengorbanan bagi parboru (pihak penganten perempuan) karena ia “berkorban” memberikan satu nyawa manusia yang hidup yaitu anak perempuannya kepada orang lain pihak paranak (pihak penganten pria) , yang menjadi besarnya nanti, sehingga pihak pria juga harus menghargainya dengan mengorbankan/ mempersembahkan satu nyawa juga yaitu menyembelih seekor hewan (sapi atau kerbau), yang kemudian menjadi santapan (makanan adat) dalam ulaon unjuk/ adat perkawinan itu.
Sebagai bukti bahwa santapan /makanan adat itu adalah hewan yang utuh, pihak pria harus menyerahkan bagian-bagian tertentu hewan itu (kepala, leher, rusuk melingkar, pangkal paha, bagian bokong dengan ekornya masih melekat, hatu, jantung dll) . Bagian-bagian tersebut disebut tudu-tudu sipanganon (tanda makanan adat) yang menjadi jambar yang nanti dibagi-bagikan kepada para pihak yang berhak, sebagai tanda penghormatan atau legitimasi sesuai fungsi-fungsi (tatanan adat) keberadaan/kehadira n mereka didalam acara adat tersebut, yang disebut parjuhut.
Sebelum misi/zending datang dan orang batak masih menganut agama tradisi perkawinan batak lama, lembu atau kerbau yang dipotong ini ( waktu itu belum ada pinahan lobu) tidak sembarang harus yang rerbaik dan dipilih oleh datu. Barangkali ini menggambarkan hewan yang dipersembahkan itu adalah hewan pilihan sebagai tanda/simbol penghargaan atas pengorbanan pihak perempuan tersebut. Cara memotongnya juga tidak sembarangan, harus sekali potong/sekali sayat leher sapi/kerbau dan disakasikan parboru (biasanya borunya) jika pemotongan dilakukan ditempat paranak (ditaruhon jual). Kalau pemotongan ditempat parboru (dialap jual) , paranak sendiri yang menggiring lembu/kerbau itu hidup-hidup ketempat parboru. Daging hewan inilah yang menjadi makanan pokok “ parjuhut” dalam acara adat perkawinan (unjuk itu). Baik acara adat diadakan di tempat paranak atau parboru, makanan/juhut itu tetap paranak yang membawa /mempersembahkan



Http://www.ladangtuhan.com

2/22/2010

Pernikahan Adat Batak



Garis besar tata cara dan urutan
perkawinan batak adalah sebagai berikut:
1. Mangarisika.
Adalah kunjungan utusan pria yang tidak resmi ke tempat wanita dalam rangka penjajakan. Jika pintu terbuka untuk mengadakan peminangan maka pihak orang tua pria memberikan tanda mau (tanda holong dan pihak wanita memberi tanda mata). Jenis barang-barang pemberian untuk pernikahan adat batak dapat berupa kain, cincin emas, dan lain-lain .
2. Marhori-hori dinding/marhusip.
Pembicaraan antara kedua belah pihak yang melamar dan yang dilamar, terbatas dalam hubungan kerabat terdekat dan belum diketahui oleh umum.
3. Marhata sinamot.
Pihak kerabat mempelai pria (dalam jumlah yang terbatas) datang kepada kerabat mempelai wanita untuk melakukan marhata sinamot, membicarakan masalah uang jujur (tuhor).
4. Pudun sauta.
Pihak kerabat pria tanpa hula-hula mengantarkan wadah sumpit berisi nasi dan lauk pauknya (ternak yang sudah disembelih) yang diterima oleh pihak parboru dan setelah makan bersama dilanjutkan dengan pembagian jambar juhut (daging) kepada anggota kerabat, yang terdiri dari:
* kerabat marga ibu (hula-hula)
* kerabat marga ayah (dongan tubu)
* anggota marga menantu (boru)
* pengetuai (orang-orang tua)/pariban
* diakhir kegiatan pudun saut maka pihak keluarga wanita dan pria bersepakat menentukan waktu martumpol dan pamasu-masuon.
5. Martumpol (baca : martuppol)
Penanda-tanganan persetujuan perkawinan batak oleh orang tua kedua belah pihak atas rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja. Tata cara partumpolon dilaksanakan oleh pejabat gereja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tindak lanjut partumpolon adalah pejabat gereja mewartakan rencana pernikahan dari kedua mempelai melalui warta jemaat, yang di hkbp disebut dengan tingting (baca : tikting). Tingting ini harus dilakukan dua kali hari minggu berturut-turut. Apabila setelah dua kali tingting tidak ada gugatan dari pihak lain baru dapat dilanjutkan dengan pemberkatan nikah (pamasu-masuon)



Http://pernikahanadat.blogspot.com

2/09/2010

Tips Dalam Pernikahan Batak



Buat kalian, cewek batak yang merencanakan perkawinan batak, ini ada sedikit info yang mungkin ga bisa didapat di internet:
*jangan bikin model kebaya yang pake kerah tinggi di leher belakang, kalo ga mau nyangkut di konde.
*suntik neurobion malam sebelum hari h. Semacam doping kali yah. Kayak gw, gw tidur terakhir itu tanggal 4 desember sekitar 3 jam dari jam 3 sampe 6 sore. Itu juga tidur2 ayam karena banyak orang seliweran, jam 11 malam pulang gr dari gereja gw langsung ke salon (ya..ya..gw tau kalian nanya, kenapa salonnya ga dipanggil ke rumah), jam 5 subuh gw balik ke rumah, jam 7 udah dijemput buat sibuha-buhai. Nah, kalo ga disuntik, bisa pingsan gw. Kemaren gw beli ampul yang warnanya merah, 6000 harganya.
*batasi minum air. Loe ga mau kan bolak balik buka-pasang songket yang ribet itu? Waktu makan sibuha buhai, minum 2 teguk aja, siang di gedung juga ***u. Bawa permen yang banyak, biar ga asem mulutnya. Teh anget yang disuguhin menjelang sore jangan langsung kalap diminum, tunggu agak dingin dulu. Ntar langsung beser kan bingung. Es krim juga boleh kok dimakan 1 cup aja.
*jangan coba-coba makanan pedas ketika di perkawinan batak. Dari pagi sampai malam di rumah yang loe liat di piring loe adalah ikan mas arsik. Nikmatin ajalah. Karena pesta gw pake kerbau, jadi gw boleh makan babi sedikit. Tapi cukup pada panggang atau sop aja ya. Tapi biasanya sih seharian itu loe ga bakal napsu makan.
*bawa tisu sekotak, kertas minyak juga perlu, untuk menjaga tetap cantik di kamera. Bawa juga antis penbersih tangan.
*letakkan tissue segera setelah digunakan, jangan dipegang pegang. Akan kelihatan ganggu banget di kamera. Hal ini berlaku juga nanti kalo udah ibu2 dan loe harus jalan sambil manortor.
*jangan bikin ekspresi2 aneh. Seperti menggembung2kan pipi atau berkali kali membersihkan gigi dengan menggunakan lidah kayak gw. Loe kan pusat perhatian kamera, plis deh.



Http://ladangdandelion.wordpress.com

2/01/2010

Tata Cara Pernikahan Adat Batak



Pada dasarnya, Adat Perkawinan Batak, mengandung nilai sakral. Dikatakan sakral karena dalam pemahaman perkawinan adat Batak, bermakna pengorbanan bagi parboru (pihak penganten perempuan)

karena ia “berkorban” memberikan satu nyawa manusia yang hidup yaitu anak perempuannya kepada orang lain pihak paranak (pihak penganten pria) , yang menjadi besarnya nanti, sehingga pihak pria juga harus menghargainya dengan mengorbankan/ mempersembahkan satu nyawa juga yaitu menyembelih seekor hewan (sapi atau kerbau), yang kemudian menjadi santapan (makanan adat) dalam ulaon unjuk/ adat perkawinan itu.

Sebagai bukti bahwa santapan /makanan adat itu adalah hewan yang utuh, pihak pria harus menyerahkan bagian-bagian tertentu hewan itu (kepala, leher, rusuk melingkar, pangkal paha, bagian bokong dengan ekornya masih melekat, hatu, jantung dll) . Bagian-bagian tersebut disebut tudu-tudu sipanganon (tanda makanan adat) yang menjadi jambar yang nanti dibagi-bagikan kepada para pihak yang berhak, sebagai tanda penghormatan atau legitimasi sesuai fungsi-fungsi (tatanan adat) keberadaan/kehadira n mereka didalam acara adat tersebut, yang disebut parjuhut.

Sebelum misi/zending datang dan orang Batak masih menganut agama tradisi lama, lembu atau kerbau yang dipotong ini ( waktu itu belum ada pinahan lobu) tidak sembarang harus yang rerbaik dan dipilih oleh datu. Barangkali ini menggambarkan hewan yang dipersembahkan itu adalah hewan pilihan sebagai tanda/simbol penghargaan atas pengorbanan pihak perempuan tersebut. Cara memotongnya juga tidak sembarangan, harus sekali potong/sekali sayat leher sapi/kerbau dan disakasikan parboru (biasanya borunya) jika pemotongan dilakukan ditempat paranak (ditaruhon jual). Kalau pemotongan ditempat parboru (dialap jual) , paranak sendiri yang menggiring lembu/kerbau itu hidup-hidup ketempat parboru. Daging hewan inilah yang menjadi makanan pokok “ parjuhut” dalam acara adat perkawinan (unjuk itu). Baik acara adat diadakan di tempat paranak atau parboru, makanan/juhut itu tetap paranak yang membawa /mempersembahkan.

Kalau makanan tanpa namargoar bukan makanan adat tetapi makanan rambingan biar bagaimanpun enak dan banyaknya jenis makananannya itu. Sebaliknya “namargoar/tudu- tudu sipanagnaon” tanpa “juhutnya” bukan namrgoar tetapi “namargoar rambingan” yang dibeli dari pasar. Kalau hal ini terjadi di tempat paranak bermakna “paranak” telah melecehkan parboru, dana kalau ditempat parboru (dialap jula) parboru sendiri yang melecehkan dirinya sendiri. Dari pengamatan hal seperti ini sudah terjadi dua kali di suatu kota, yang menunjukkan betapa tidak dipahami nilai luhur adat itu.

Anggapan acara adat Perkawinan Batak rumit dan bertele-tele adalah keliru, sepanjang ia diselenggarakan sesuai pemahamn dan nilai luhur adat itu sendiri. Ia menajdi rumit dan bertele-tele karena diselenggrakan sesuai pamaham atau seleranya.

patambor.com

1/15/2010

Tips Dalam Pernikahan Batak



Buat kalian, cewek batak yang merencanakan perkawinan batak, ini ada sedikit info yang mungkin ga bisa didapat di internet:

*jangan bikin model kebaya yang pake kerah tinggi di leher belakang, kalo ga mau nyangkut di konde untuk perkawinan batak.
*suntik neurobion malam sebelum hari h. Semacam doping kali yah. Kayak gw, gw tidur terakhir itu tanggal 4 desember sekitar 3 jam dari jam 3 sampe 6 sore. Itu juga tidur2 ayam karena banyak orang seliweran, jam 11 malam pulang gr dari gereja gw langsung ke salon (ya..ya..gw tau kalian nanya, kenapa salonnya ga dipanggil ke rumah), jam 5 subuh gw balik ke rumah, jam 7 udah dijemput buat sibuha-buhai. Nah, kalo ga disuntik, bisa pingsan gw. Kemaren gw beli ampul yang warnanya merah, 6000 harganya.
*batasi minum air. Loe ga mau kan bolak balik buka-pasang songket yang ribet itu? Waktu makan sibuha buhai, minum 2 teguk aja, siang di gedung juga ***u. Bawa permen yang banyak, biar ga asem mulutnya. Teh anget yang disuguhin menjelang sore jangan langsung kalap diminum, tunggu agak dingin dulu. Ntar langsung beser kan bingung. Es krim juga boleh kok dimakan 1 cup aja.
*jangan coba-coba makanan pedas. Dari pagi sampai malam di rumah yang loe liat di piring loe adalah ikan mas arsik. Nikmatin ajalah. Karena pesta pernikahan adat gw pake kerbau, jadi gw boleh makan babi sedikit. Tapi cukup pada panggang atau sop aja ya. Tapi biasanya sih seharian itu loe ga bakal napsu makan.
*bawa tisu sekotak, kertas minyak juga perlu, untuk menjaga tetap cantik di kamera. Bawa juga antis penbersih tangan.
*letakkan tissue pernikahan adat segera setelah digunakan, jangan dipegang pegang. Akan kelihatan ganggu banget di kamera. Hal ini berlaku juga nanti kalo udah ibu2 dan loe harus jalan sambil manortor. *jangan bikin ekspresi2 aneh. Seperti menggembung2kan pipi atau berkali kali membersihkan gigi dengan menggunakan lidah kayak gw. Loe kan pusat perhatian kamera, plis deh.
* pada saat suruh ngambil tumpak di depan, (kalo kata nyokap gw) jangan lebih dari 3, akan jadi pembicaraan orang2 segedung.
*selalu tersenyum, walaupun pegal dan capek.
*jari manis kanan akan sakit karena bersalaman dengan banyak orang hari itu. Tapi tetap usahakan jangan memindahkan cincin kawinnya






Http://ladangdandelion.wordpress.com