Tampilkan postingan dengan label contoh pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label contoh pernikahan. Tampilkan semua postingan

12/11/2009

Wedding Fair Ramai Peminat Pasangan Muda


Untuk keempat kalinya, Bidakara Wedding Fair pun digelar. Dimulai sejak kemarin, Jumat (26 Juni 2009), wedding Fair ini memberikan kesempatan bagi para calon pengantin untuk melihat berbagai pilihan vendor untuk pernikahan.

Setidaknya terdapat 100 vendor yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Vendor-vendor penyedia pendukung pernikahan tersebut antara lain adalah untuk ragam produk dan jasa, seperti dekorasi, katering, fotografi dan video shooting, bridal gown, gaun kebaya, kartu undangan, suvenir, wedding venue, penata rias, dan jasa layanan pernikahan lainnya. Bidakara Wedding Fair digelar di ruang Binakarna, Gedung Bidakara, Kuningan, Jakarta, dari tanggal 26-28 Juni 2009.

Untuk tema ekspo tahun ini, acara yang digelar berdasar kerja sama antara Hotel Bumi Karsa Bidakara dan Manten House mengusung tema “Be Nature All”. “Tema go-green ini diangkat sebagai peringatan akan kecintaan kita untuk alam. Namun, kami juga melihat bahwa ada kaitan antara menikah dengan alam. Keduanya, sama-sama merupakan kegiatan menanam dan merawat. Bedanya, kalau alam merawat dan menanam alam dan tumbuhan, sedangkan kalau pernikahan, merawat, dan menanam cinta,” terang Arif Rachman, pihak dari Manten House.

Setiap pengunjung yang datang akan diberikan sehelai kertas berupa daun, yang bisa ditempelkan pada sebuah pohon kosong. Kemudian pada akhir acara ekspo ini akan dihitung. Setiap daun tersebut menyimbolkan jumlah pohon yang akan disumbangkan panitia ke Yayasan Kehati, sebagai bantuan untuk pelestarian alam di Brebes.

Selain itu, beberapa vendor pun turut mengikuti tema dengan mengeluarkan koleksi-koleksi yang berhubungan dengan alam. Misal, desain kartu undangan dari Domino yang menggunakan bahan-bahan yang biasanya tak terpakai menjadi berguna. Contohnya, undangan dari bahan bambu, atau bahan anyaman, bahkan dari bahan kaleng kerupuk. Ide-ide seputar undangan pernikahan dari bahan-bahan alternatif adalah upaya Domino untuk mengurangi penggunaan kertas yang harganya semakin mahal, plus bentuk kepedulian mereka terhadap alam.

Hari pertama Bidakara Wedding Fair 4 diwarnai dengan peragaan busana 14 tahun Maha Karya dari Rini Suwardy dan make-up show dari Ani Hendrikkson. Tak hanya itu, hari ini (27 Juni 2009) akan ada fashion show dari Yohannes Bridal. Sementara esok akan ada talk show dari Rina Gunawan Wedding Organizer, demo pre-wedding treatment dari Taman Sari Royal Heritage Spa, juga fashion show dari Ami Atmanto.

kompas.com

9/30/2009

Pesta Pernikahan Ideal



Menikah adalah peristiwa yang idealnya terjadi sekali seumur hidup. Tentu anda dan si dia menginginkan pesta yang akan menjadi kenangan terindah, bukan? Nah, agar tak menyesal, ikuti sejumlah tips dari pakar penyelenggara pernikahan berikut saat berbincang dengan tabloid nova.
Engelbertus emil eriyanto, sh, dari multi kreasi enterprise ini sudah berpengalaman sejak 1998 di bidang wedding organizer (wo). Kliennya sebagian besar dari keluarga pengusaha dan selebritas seperti agum gumelar, paramitha rusady, dan titik puspa. Jasanya telah terbukti sangat membantu mereka yang ingin menggelar pesta pernikahan berkesan.

Apa bedanya mengurus pesta pernikahan sendiri dengan memakai jasa wo?
Mengurus sendiri (pernikahan) memang terkesan lebih murah, ya cth saat bulan madu untuk paket travel. Tapi, kekurangannya, keluarga dan calon mempelai jadi repot dan kelelahan sebelum acara pesta dimulai.

nah, wo menjembatani persoalan yang muncul saat kedua mempelai dan keluarga tengah mempersiapkan pesta pernikahan, sehingga mereka benar-benar siap hanya untuk berpesta.

saat berdiskusi dengan calon pengantin dan keluarganya, apa saja yang penting dibahas di awal?
Pertama, kita perlu menyatukan visi dari kedua keluarga. Cari tahu, mereka punya konsep apa. Lalu, konsep itu dikembangkan sampai menjadi sebuah rencana. Jika sudah sepakat, yang harus dilakukan pasangan adalah menentukan tempat.
Dari situ, akan berkembang hingga menentukan tema pesta dan foto liputan pernikahan. Jika memilih tempat favorit, sebaiknya jangan terlalu lama mengambil keputusan, karena bisa-bisa keburu di-booking orang lain!

Sulitkah menemukan tema yang tepat, karena adanya perbedaan latar belakang dua keluarga?
Memang ada kecenderungan kedua keluarga ingin menonjolkan kulturnya masing-masing. Ini tergantung pada cara pendekatan kita, pihak wo, kepada masing-masing keluarga.
Bisa saja akhirnya menggunakan konsep yang dipadupadankan. Misalnya, di acara pemberkatan atau akad nikah pakai salah satu tradisi keluarga, atau wedding souvenir yang pas. Lalu di saat resepsi, menggabungkan kedua tradisi keluarga.




http://www.tabloidnova.com