Tampilkan postingan dengan label gaun pengantin modern. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gaun pengantin modern. Tampilkan semua postingan

4/13/2010

Gaun Pengantin Tak Harus Bling



Gaun pengantin, baik yang berupa gaun internasional maupun kebaya, memang selalu ditampilkan mewah dan bling. Bila mungkin, renda, sulaman permata atau batu-batuan, atau kristal Swarovski, ditambahkan sebagai aksen. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Sally Koeswanto.

Perancang ternama ini ingin mengubah kesan mewah pada gaun pengantin, dengan menampilkan gaun yang simpel, bersahaja, tanpa banyak pernik dan detail. Hal ini terlihat saat pagelaran busana pengantin di acara Bazaar Wedding Exhibition 2010 yang digelar di Four Seasons Hotel, Jakarta, akhir pekan lalu.

Sally jarang sekali menggunakan payet, manik (batu-batuan), renda, atau pun sulaman. Ia lebih mengutamakan penggunaan renda pada bagian ujung gaun pengantin rancangannya. Renda itu disusun bertingkat untuk memberikan penekanan detail pada gaun rancangannya. Sedikit payet pada bagian korset mempercantik tampilan gaun-gaunnya.

Soal model Gaun pengantin, ia juga memberikan warna baru dalam khazanah gaun pengantin. Dari lima gaun pengantin yang ia tampilkan, dua di antaranya merupakan gaun mini atau gaun mini dengan terusan transparan yang juga menggunakan renda.

Gaun semi bowl dengan korset juga menjadi daya tarik koleksi Sally. Gaya backless dengan tali juga hadir pada dua koleksi gaun pengantinnya. Sedangkan warna putih menjadi keharusan bagi gaun pengantin rancangan Sally.

female.kompas.com

1/05/2010

Kreasi Baju Pengantin Berjilbab



SETIAP wanita, pasti mempunyai gaun dan Baju Pengantin idaman yang akan digunakan pada saat mereka menikah. Sang ratu sehari ini pun pasti menginginkan penampilan luar biasa di mata para tamunya. Karena mereka pasti akan memperhatikan apa yang dikenakan pengantin.

Yang tidak menggunakan jilbab, dapat berkreasi pada gaun pengantinnya sesuai dengan keinginan. Tapi bukan berarti mereka yang menggunakan jilbab tidak bisa berkreasi dengan gaunnya meskipun saatt ini, model Baju Pengantin pengantin khusus pengguna jilbab masih terbatas.

Tren gaun dan baju pengantin berjilbab saat ini, menurut Irna Mutiara, seorang desainer gaun pengantin, hanya memakai kebaya ditambah kaus. Pakaian masih memperlihatkan bentuk badan dengan model jilbab yang sederhana.

Walau kaidah Islam seperti tidak memperlihatkan lekuk tubuh dan menutup semua aurat tetap dijalankan, pengantin tetap tampil elegan dengan gaya busana model siluet. Model baju A line dengan bahan-bahan yang lemas, meski tidak menonjolkan lekuk tubuh tetap dapat menampilkan gaun dan baju pengantin yang elegan karena tampak melayang. Untuk mempercantik penampilan, jilbab dapat ditambah dengan kristal-kristal.

Menurut Irna, bahan sifon, satin sutra, tenun Sumatra dan tule dapat memperkuat kesan melayang karena bahan-bahan mempunyai tesktur lemas. "Warna-warna yang digunakan adalah warna natural, seperti broken white, abu-abu ataupun silver," tandasnya.

female.kompas.com

12/17/2009

Gaun Pengantin Klasik nan Cantik


Pernikahan adalah hal bersejarah bagi setiap pasangan kekasih. Tentunya, banyak hal yang harus disiapkan agar hari bahagia berlangsung sempurna. Salah satunya memilih Gaun Pengantin impian. Karakter pemakai akan mempengaruhi gaya gaun yang akan dijadikan pilihan.

Bicara mengenai gaya, gaun pengantin memiliki gayanya tersendiri. Selain memerhatikan karakteristik, bahan yang mendominasi busana pun menunjukkan estetika penggunanya. Renda dan sutera kerap menjadi pilihan utama di era lampau. Kilau renda berpayet terlihat sempurna dengan paduan sutera. Gaya ini dikenal publik sebagai gaun pengantin klasik.

Bagi mereka yang mengagumi keindahan masa lalu, berikut alternatif gaun pengantin klasik nan indah.

* Busana tahun 1975 yang kaya akan sentuhan renda dan sutera. Hasilnya, gaun panjang dua warna model tube karya Adolfo Sardia. Bagian atas gaun ini bertabur payet, sangat manis dipadankan dengan sutera merah muda. Potongannya yang pas di badan menjadikan pengguna gaun Sardia terlihat lebih ramping.

* Gaun Yunani keluaran 1955 berbahan sutera. Karya desainer dunia Sarmi ini kental dengan budaya Yunani yang memesona. Potongan toga lipit di bahu persis dengan pakaian masa dewi Yunani berjaya. Ciri lainnya adalah adanya garis hitam yang membelah dada dan melingkari pinggang. Model gaun Yunani tetap menjadi favorit hingga saat ini.

* Oscar de la Renta menyebut busana karyanya sebagai Totally Sex and the City. Gaun gaya 1980-an itu merupakan perpaduan sutera tebal dan tipis sebagai terusan. Bagian teruniknya terdapat pada tumpukan tiga renda di bagian pinggul, seolah menyatukan tube pendek dengan rok yang mengembang. Warnanya yang merah muda lembut membuat gaun Oscar terlihat lebih berkelas.

* Satu lagi busana jaman dulu yang pantas dicoba, Cinderella Fantasy karya Dior. Rancangan era 1950-an ini sangat sederhana namun memancarkan aura putri negeri dongeng. Potongan sutera tipis A-line yang berlapis kain furing membuatnya terlihat anggun. Busana putih ini makin sempurna dengan detail payet bunga berkilau pada bagian atas.

Jika Anda merasa masa lalu sebagai bagian dari sejarah tren yang masih pantas dilirik, silahkan mencoba Gaun Pengantin klasik yang tetap menggoda selera ini. Selamat menempuh hidup baru.

gayahidup.liputan6.com