12/16/2009

Kreasi Padu Padan Rias Pengantin dan Busana


Memiliki pakem tata rias sendiri tidak membuat Rias Pengantin Bali tertutup pada perubahan tren. Bersifat luwes dan menerima perubahan terutama ide kreatif dari segi aksesori membuat rias pengantin Bali selalu terlihat modern tanpa mengurangi kekhasan nilai tradisionalnya.

Aksesori rias pengatin pun makin variatif yang dapat digunakan untuk keperluan busana adat seperti berkebaya hingga Payas Agung. Demikian dikatakan penata rias pengantin Bali , Diyanthi, Rabu (28/10) kemarin di Badung.

“Kelengkaan aksesori rias pengantin tidak bertambah tapi kreasi desainnya terus berkembang. Menggunakan perak, emas, perak dengan sepuhan eman atau perak bakar merupakan kreasi bahan baku aksesori rias pengantin kini,” jelasnya.

Saling menyesuaikan dengan model, warna busana dan make up , aksesori dipadupadankan untuk mendapat tampilan yang paling serasi. Ide –ide kreatif dari perajin aksesori dan penata rias dipadukan melalui dandanan yang tepat. Tidak bisa dipungkiri antara kedua jiwa seni ini saling mengisi. Mengacu pada tren dan gaya rias pengantin tradisional yang kemas lebih modern melahirkan kreasi-kreasi baru dari segi busana dan aksesori tanpa meninggalkan pakem dari masing-masing rias pengantin. Rias pengantin dari daerah lain seperti Jawa atau Sunda sedikitnya juga memberikan inspirasi dari kesamaan yang dimiliki untuk diaplikasi dalam rias pengantin Bali .

Penata rias pengantin lainnya, Nyoman Nadi mengatakan, aksesori rias pengantin memiliki peran dominan sebagai ciri khas. Aksesori yang digunakan juga menjadi ciri jenis rias pengantin yang sedang digunakan seseorang. Secara detail satu persatu akseori yang digunakan memiliki makna tersendiri.

“Sementara itu, jika mengacu pada tren aksesori yang sedang tren saat ini sebagain besar lebih memilih aplikasi rias pengantin sederhana seperti rias pengantin Bali modifikasi,” ungkapnya.

Jenis bahan baku aksesori yang kini disukai masih pada aksesori perak yang disepuh emas dan perak bakar, kecuali pada Rias Pengantin tradisional seperti Payas Agung tetap pada penggunaan aksesori bernuansa warna emas. *rya

bisnisbali.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar