Tampilkan postingan dengan label minuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label minuman. Tampilkan semua postingan

9/14/2010

Berbagai Macam Kue Pernikahan Dari Berbagai Negara

Tradisi kue pernikahan sebelum membahas mengenai wedding cake dari negara Asia, di antaranya Jepang, Korea, dan Cina. Kue di setiap negara ataupun daerah memang memiliki ciri khasnya tersendiri, mulai dari rasa, bentuk sampai proses pembuatannya. Dan kali ini kita akan membahas kue-kue pernikahan dari beberapa negara yang ada di dunia ini.

Inggris

Kue pernikahan bertemakan buah-buahan selalu mendapatkan tempat di tengah-tengah pesta. Kue bertemakan buah yang di maksud ialah kue berbahan buah prem yang dikeringkan,kismis, kulit jeruk, untuk mendapatkan sebuah kue yang lembut. Orang Inggris juga memiliki kebiasaan menyimpan bagian paling atas kue atau biasa disebuh “Christening cake”, disimpan sampai anak pertamanya lahir.

Irlandia dan Skotlandia

Kue bertemakan buah-buahan juga menjadi tradisi kue pernikahan di dua negara ini. Biasanya gula-gula yang dipakai untuk melapisi kue berbahan dasar brandy,whiskey atau buorbon. Dan setiap lapisan kue diberikan lapisan almond.

Karibia

Hampir mirip dengan tradisi kue pernikahan di Inggris, Irlandia dan Skotlandia. Negara Karibia yang terkenal akan pantainya yang eksotis juga menggunakan tema buah-buahan sebagai kue pernikahannya. Kue biasanya berwarna gelap dihiasi buah-buahan yang telah dikeringkan seperti kismis. Selain itu rum atau wine akan menjadi salah satu bahan dalam pembuatan kue.

Bermuda

Di negara yang tidak kalah eksotisnya ini juga ternyata memiliki tradisi kue pernikahan yang tidak kalah unik. Jika di negara lain, bagian atas kue pernikahan dihiasi dengan miniatur pengantin, burung atau sesuatu yang lucu, berbeda dengan masyarakat Bermuda. Di negara ini, mereka akan menaruh dahan kecil sebagai toping kue.

Hindia Barat

Masih berada di kepualauan Karibia, masyarakat Hindia Barat memiliki tradisi kue pernikahannya sendiri. Para tamu di negara ini akan membayar untuk mengintip kue pengantin yang sengaja ditaruh di bawah meja bertaplak putih. Dipercaya dengan mengintip kue ini maka akan membawa keberuntungan bagi si pengintip. Kue pernikahan keberuntungan ini bertemakan buah-buahan dan diberi rum untuk memperkuat rasa.

Sumber – dari berbagai sumber

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

8/06/2010

Tofu

Tofu skin also known as dried beancurd, yuba or bean skim, is a Chinese and Japanese food product made from soybeans. During the boiling of soy milk, in an open shallow pan, a film or skin composed primarily of a soy protein–lipid complex forms on the liquid surface. The films are collected and dried into yellowish sheets known as tofu skin or soy milk skin. Because it is derived directly from soy milk, the name tofu skin is technically inaccurate.

Preparation

Tofu skin may be purchased in fresh or dried form. In the latter case, the tofu skin is rehydrated in water before use. It is often used to wrap dim sum.

Because of its slightly rubbery texture, tofu skin is also manufactured in bunched, folded and wrapped forms that are used as meat substitutes in vegetarian cuisine. Tofu skins can be wrapped and then folded against itself to make doù baō (Chinese: 豆包, literally "tofu package"). These are often fried to give it a firmer skin before being cooked further.

Source: www.wikipedia.com

See also: makanan, minuman


8/04/2010

Japanese Drinks

Aojiru (青汁?) is a Japanese vegetable drink most commonly made from kale. The drink is also known as green drink or green juice in English, a direct translation of the Japanese meaning. (In modern Japanese, the character ao means "blue", but it is commonly still used in older contexts to refer to green vegetation.)

Aojiru was developed in October 1943 by Dr. Niro Endo (遠藤仁郎, Endō Nirō?), an army doctor who experimented with juices extracted from the discarded leaves of various vegetables in an attempt to supplement his family's meager wartime diet. He credited the cure of his son from pneumonia and of his wife from nephritis to aojiru, and in 1949 concluded that kale was the best ingredient for his juice.

Aojiru was popularized in 1983 by Q'SAI (キューサイ?), who started marketing 100% kale aojiru in powdered form as a dietary supplement, and sales boomed after 2000 when cosmetics giant Fancl started mass retailing of the juice. Today, many Japanese companies manufacture aojiru, usually using kale, young barley or komatsuna leaves as the base of the drink, and the size of the aojiru market was well over $500 million in 2005.

The taste of aojiru is famously unpleasant, so much so that drinking a glass of the liquid is a common punishment on Japanese TV game shows. However, new formulations of aojiru have attempted to minimize the bitter taste of the original.

Source: www.wikipedia.com

See also: restoran, makanan, minuman



7/29/2010

Cara Hidup Sehat: Waktu, Komunikasi dan Makanan

Oleh: Ratih

Sadarkah kita akan kesehatan pribadi? Jawabannya bisa beragam disertai dengan tindakan aktif ataupun pasif dari kita dalam menjaga kesehatan. Tak disangka, perhatian orang pada kesehatan pribadi tergantung dari konsep waktu, cara berkomunikasi dan tentu saja makanan yang disantapnya sehari-hari. Tak banyak orang yang menyadari bahwa pandangan hidup soal waktu dan cara berkomunikasi menjadi poin pula dalam pembahasan soal kesehatan tubuh. Orang banyak membicarakan soal makanan semata. Maka, secara singkat tulisan ini membahas mengapa waktu dan komunikasi juga penting.


Budaya menghargai waktu memang berbeda-beda dari tiap masyarakat. Bagi masyarakat Asia, kebanyakan hidup untuk hari ini sehingga mereka lebih suka melakukan banyak hal dalam satu waktu. Sementara budaya Amerika memiliki konsep waktu jauh ke depan. Sehingga mereka fokus melakukan satu hal setiap waktu. Budaya Amerika menekankan pada rutinitas demi kesehatan jangka panjang. Sementara budaya Asia lebih menekankan pada kegiatan variatif serta kenal dengan konsep takdir. Sehingga soal kesehatan bukan semata tanggung jawab pribadi melainkan ada peran Tuhan yang terlibat didalam setiap unsur kehidupan kita. Di dunia barat, penemuan yang lebih mutakhir dalam teknologi kesehatan memungkinkan mereka melakukan medical check up rutin. Sehingga cara mereka menjaga kesehatan lebih ke arah bio medical secara kimiawi teknis.


Cara berkomunikasi yang berbeda juga turut berpengaruh pada cara menjaga kesehatan. Komunikasi terbuka budaya Amerika memungkinkan mereka memiliki hubungan informal yang dekat dalam setiap situasi. Sehingga setiap masalah mudah dicari solusinya, tanpa dipendam dalam hati yang biasanya menjadi penyebab stres yang berpengaruh pada kesehatan tubuh. Sementara pada budaya Asia, lebih formal kecuali hubungan dengan keluarga amat dekat. Tentu saja, hubungan yang dekat dengan anggota keluarga ini melahirkan budaya jaga kesehatan yang berbeda pula. Konsep reinkarnasi yang dikenal pada beberapa masyarakat Asia menyebabkan anggota keluarga kurang perhatian bila anggota keluarganya yang lain menderita sakit.


Terkecuali, uniknya di Indonesia kita mengenal jamu yang dapat dikatakan salah satu cara jaga kesehatan secara rutin demi kebaikan di masa yang akan datang. Hubungan dengan anggota keluarga juga dekat. Bisa dikatakan Indonesia memiliki budaya menjaga kesehatan yang cukup baik bila menilik dari budaya minuman jamu tersebut. Jadi sebenarnya nenek moyang kita cukup kenal dengan konsep waktu orientasi masa depan.


Makanan yang kita konsumsi juga cukup sehat. Misalnya saja, gado-gado yang meruapakan campuran dari telur dan sayuran yang ditaburi sambal kacang yang khas. Gado-gado, makanan favorit khas Indonesia ternyata mampu membawa nama Indonesia dalam kancah internasional. Tak disangka, gado-gado menjadi juara pertama dalam lomba masak internasional (Liotorale Flegreo Nel Mondo) 2010, yang digelar di Napoli, Italia, Rabu (28/7). Paula Astrid Unu sebagai juru masak memenangkan sajiannya dalam kategori tampilan sajian estetika. Tentu saja dengan adanya penghargaan ini, tak usah merasa minder bila menyebut gado-gadi sebagai makanan favorit. Sebab, selain memang termasuk makanan sehat, gado-gado juga berprestasi kaliber internasional.


Jadi, bila anda ingin hidup sehat, perbaikilah konsep waktu, cara berkomunikasi dan makanan anda tentu saja.



See also: Table 8, Loewy



7/08/2010

Beruang Tak Lewatkan Peluang, Harimau Suka Buruan yang Wow

By: Ratih

Saat ini dongeng sebelum tidur semakin jarang dilakukan karena banyaknya media elektronik yang “menemani” anak sebagai pengantar tidur. Padahal dongeng sebelum tidur merupakan salah satu cara internalisasi nilai atau penanaman norma sejak dini. Bagi kamu yang masih punya adik kecil, keponakan atau bahkan sudah punya anak, anak-anak murid (kalau cucu belum kali ya.. we're not that old...). Salah satu cerita ini merupakan kisah klasik dari Cina yang bagus untuk diceritakan pada mereka. Dongeng ini saya baca dalam salah satu buku Cina.


Seekor beruang berdiam diri di pinggir sungai. Ia makan ikan-ikan kecil yang lewat dalam sungai tersebut. Perlahan tapi pasti dia selalu mendapatkan makanan meski apa yang dia peroleh bukan ikan-ikan besar. Hal ini diketahui oleh seekor harimau yang selalu mendapatkan buruan yang besar. Harimau merasa heran dengan beruang yang mau saja makan ikan-ikan kecil.


“Beruang..apa yang kau lakukan disini? Apa yang kau dapat tak sebanding dengan pengorbanan kamu berdiri terus di pinggir sungai. Lebih baik kamu berburu denganku. Aku biasanya mendapatkan rusa besar dalam satu kali buruan,” ajak Harimau pada Beruang.


“O ya? Rusa itu kamu peroleh kapan saja?” tanya Beruang mulai tertarik dengan tawaran Harimau.

“Tentu saja tidak, kita harus memiliki strategi yang matang, tim yang solid dan mau menunggu karena rombongan rusa hanya lewat satu kali sebulan.”

“Satu kali sebulan?” Beruang mulai berpikir, pilihan mana yang lebih baik, ikan kecil yang sudah pasti ia peroleh atau rusa besar yang hanya satu kali dalam sebulan? Bagaimana dengan hari-hari selama bulan tanpa korban buruan? Beruang ini bukan jenis beruang yang hibernasi selama 3 bulan setelah memperoleh makanan. Beruang ini hanyalah beruang biasa yang hidup seperti layaknya hewan hutan lainnya, hari-hari dilalui dengan bangun dan tidur. “Seandainya aku beruang yang bisa hibernasi, tentu aku akan ikut harimau. Ah, lihatlah tubuh harimau itu begitu kurus kering, mungkin karena ia hanya mau menikmati buruan besar saja,” pikir beruang.


“Wah..sebulan sekali? Maaf ya harimau aku tidak bisa menjadi harimau yang gesit berlari. Aku juga tidak sepintar kamu dalam berstrategi menangkap rusa, aku juga tidak punya tim yang solid untuk menangkap rusa. Lagipula, aku takkan melepas ikan-ikan kecil ini untuk rusa yang belum tentu ada setiap hari. Tubuhku menjadi sebesar ini karena aku setiap hari memakan ikan kecil yang bisa kuperoleh. Aku tak memimpikan buruan yang besar yang tak mungkin kuperoleh dengan diriku dengan kemampuan seperti ini.”


Harimau merasa heran dengan keputusan beruang menolak ajakannya yang menggiurkan. Beruang merasa tak rugi apapun karena menolak ajakan harimau. Nah, dari ilustrasi ini coba tanyakan pada anak-anak kecil yang didongengi, mau menjadi seperti hewan apakah ia? Tentu saja, setiap jawaban tak ada yang benar atau salah. Pilihan untuk menjadi salah satu hewan pastinya beralasan, tergantung dari kemampuan masing-masing. Beruang menolak ajakan harimau karena dia hanya mau menjadi beruang penyuka ikan yang baik, harimau mengajak beruang karena dipikirnya ia memiliki buruan besar yang biasanya diinginkan juga oleh hewan-hewan lain. So, just be yourself. Be your best self.

Lihat juga: chinese food, minuman


7/07/2010

Drinks

Aneka Minuman

Water

Despite the fact that all beverages contain water itself is not a beverage. The word beverages traditionally been defined as not referring to water.

Alcoholic beverages

An alcoholic beverage is a drink that contains etanol, commonly known as alkohol (although in chemistry the definition of “alcohol” includes many other compounds).

Beer been a part of human culture for 8000 years. In Germany, Ireland the United Kingdom, and many other European countries, drinking beer (and other alcoholic beverages) in a local bar or pub is a cultural tradition.

Non-alcoholic beverages

Orange juice is usually served cold.



Non-alcoholic beverages are drinks that usually contain alcohol, such as beer and wine, but contain less than 0.5% alcohol by volume. This category includes low alcohol beer, non-alcoholic wine, and apple cider.

Soft drinks



The name "soft drink" specifies a lack of alcohol by way of contrast to the term "hard drink" and the term "drink", the latter of which is nominally neutral but often carries connotations of alcoholic content. Beverages like colas, sparkling water, iced tea, lemonade, squash, and fruit punch are among the most common types of soft drinks, while hot chocolate, hot tea, coffee, milk, tap water, alcohol, and milkshakes do not fall into this classification. Many carbonated soft drinks are optionally available in versions sweetened with sugar or with non- caloric sweeteners.

Cordials "Cocktail Spirits"



Premium Quality beverage concept for the hospitality industry, Cordials V.I.P a new category for post mix products "Cocktail Spirits" 100% natural basis, no artificial colors and flavors, no preservatives, alcoholic products with original spirits, in terms of quality and taste complying to the receipe recommendations of the International Bartender Association (IBA).

Source: www.wikipedia.org





Faktor Penyebab Pilih Makanan Tertentu

Pengetahuan mengenai nutrisi akan membantu kita untuk meningkatkan pengetahuan tentang jumlah nutrisi yang kita perlukan, sumber makanan terbaik, dan komponen yang baik atau berbahaya bagi kesehatan. Meskipun pengetahuan tentang makanan yang baik bagi tubuh telah kita kuasai, kecenderungan kita untuk memilih makanan bukan karena gizinya.

Apakah kamu makan untuk hidup atau hidup untuk makan? Tentu saja, hal pertama merupakan hal penting bagi kita namun ada saat-saat tertentu kita begitu menikmati makanan sehingga lupa akan kadar nutrisi dalam makanan tersebut kita perlukan atau tidak? Faktor-faktor seperti umur, gender, pekerjaan, gaya hidup, keluarga dan budaya mempengaruhi pilihan makanan kita sehari-hari. Kita menggunakan makanan dalam kehidupan sosial untuk mengekspresikan persahabatan, sebuah reward atau hukuman bila mengalami kegagalan. Misalnya saja, anak-anak yang diberi reward es krim bila berlaku baik atau tidak diberi permen bila nakal.


Preferensi makanan dimulai sejak lahir dan berubah seiring dengan interaksi kita dengan orang tua, teman-teman dan sahabat. Pengalaman dengan banyak orang yang berbeda, tempat dan situasi, kadang membuat kita mengubah cara makan. Rasa biasanya menjadi faktor penting yang membuat kita memilih satu makanan, selanjutnya harga dan kenyamanan tempat kita makan. Hal-hal yang menjadi pertimbangan tersebut menunjukkan siapa diri kita.


Umur merupakan faktor penting dalam memilih makanan, anak kecil lebih memilih makanan-makanan manis atau makanan yang tak asing di mulutnya. Usia sekolah sekitar 6- 10 tahun suka mencoba-coba berbagai makanan dan sudah tahu apa yang disukai atau tidak disukainya. Sementara remaja dipengaruhi oleh pilihan makan teman dalam kehidupan sosialnya.

Selain pengaruh sosial, tentu saja kita pilih makanan berdasarkan panca indera. Selain rasa, kita juga pilih berdasarkan warna, tekstur dan temperatur.


Kita dapat simpulkan bahwa pilihan makan karena beberapa faktor, yaitu:


  1. lingkungan: ekonomi, gaya hidup, tradisi, dan religi;

  2. panca indera: rasa, bau, tekstur dan tampilan makanan;

  3. kognitif: kebiasaan makan, faktor sosial, kebutuhan emosi, nutrisi dan kesehatan, dan iklan;

  4. kesehatan: kekuatan fisik terhadap penyakit yang disebabkan makanan, sensitivitas rasa, usia dan gender

  5. genetik: sensitivitas rasa, kecenderungan untuk suka makanan manis, hindari makanan pahit, kemungkinan ada masalah dengan gigi.

Sumber:

Insel, Paul and friends. 2010. Discovering Nutrition. Ontario: Jones and Bartlett Publishers Canada.


Lihat juga: chinese food, minuman





7/06/2010

Pais Kembung Mangga Muda

Bahan

½ kg ikan kembung segar

1 buah jeruk nipis

1 buah mangga muda, dikupas kemudian diserut halus

1 sendok makan minyak jelantah

daun pisang untuk pembungkusnya


Bumbu yang dihaluskan

10 cabai merah

1 buah tomat

3 butir kemiri

3 siung bawang putih

5 butir bawang merah

2 potong tipis lengkuas

¼ sendok teh terasi

garam secukupnya

gula secukupnya


Cara membuat

*Bersihkan ikan dan biarkan utuh, lumuri dengan air jeruk nipis
*Campurkan mangga dan minyak jelantah bersama bumbu yangsudah dihaluskan. Lumurilah ikan dengan campuran bumbu ini.
*Bungkus ikan dengan daun pisang, kemudian panggang di atas air sampai air ikan tidak menetes lagi. Ini berarti ikan sudah masak. Angkat dan hidangkan.


Catatan:

Dapat juga ikan yang sudah dibungkus dikukus terlebih dahulu sampai matang. Panggang dahulu sebelum dihidangkan.

Sumber: Resep Femina 1990-an

Lihat juga: chinese food, minuman

7/05/2010

Rebus atau Panggang? Pilih Olah Makanan Terkait Gengsi dan Tabu

By: Ratih

Pilihan soal makanan yang direbus atau dipanggang sebenarnya sepele bagi kita. Kita pilih soto dengan potongan daging kecil yang direbus karena kita ingin makan siang dengan menu ini. Lalu kita pilih steak untuk makan malam karena kita terbayang rasa lezat daging has dalam nan empuk yang disajikan dengan saus lada hitam, misalnya. Chinese food atau western food tak masalah. Berbeda dengan masyarakat di ujung sana, di negeri antah berantah pada masa lalu atau masa kini. Pilihan soal makanan yang direbus atau dipanggang menjadi penting karena berkaitan dengan konsep hidup mereka. Soal gengsi dan tabu.

Linguistik mengenal konsep konsonan dan vokal. Konsep ini dikenal pula dalam dunia kuliner. Konsonan bisa diartikan sebagai sesuatu yang tertutup sedangkan vokal berarti terbuka. Segala hal yang berhubungan dengan tata cara masak yang sekiranya tabu, tidak akan dilakukan. Misalnya saja, pilihan antara membakar dan merebus pada suku asli di New Caledonia berkaitan dengan hubungan mereka antara alam dan teknologi. Penggunaan panci dan alat panggang merupakan sebuah gengsi tersendiri. Sebuah bukti peradaban. Teks dari Aristoteles yang ditemukan oleh Salomon Reinach mengindikasikan bahwa orang Yunani dahulu kala selalu memanggang makanan. Suku Poconachi di Meksiko panggang makanan hanya setengah matang karena setengah matang berarti berada di tengah-tengah dunia.
Makanan yang direbus merupakan “endo-cuisine” disediakan untuk kepentingan domestik, kelompok kecil, sedangkan makanan yang dipanggang ialah “exo-cuisine” yang disajikan untuk para tamu. Di Perancis, ayam rebus untuk keluarga sedangkan daging panggang untuk perjamuan tamu.
Pada Suku Guayaki di Paraguay, mereka panggang semua makanan, kecuali saat sebuah ritus kelahiran anak, daging harus direbus. Sedangkan suku Caingang di Brazil melarang daging rebus untuk para janda dan duda atau siapapun yang sudah membunuh musuhnya (Strauss. 1997).

Waduh, serem juga ya Suku Caingang..melibatkan soal bunuh membunuh segala dengan makanan. Pastinya kita disini tidak berhubungan dengan gengsi atau tabu dalam memilih makanan, kecuali tempat makan mana yang kamu pilih. Soal jenis makanan tergantung selera. Beruntunglah kita tidak memiliki aturan baku seperti di masyarakat lainnya yang telah disebutkan tadi. Mau makan apapun tak terkait dengan norma. Jadi nikmati makanan yang jadi pilihan kamu, tentunya dengan pertimbangan rasa, harga dan suasana restoran yang akan didatangi.

Daftar Pustaka:

Levi- Strauss, Claude. 1997. “The Culinary Triangle” dalam Food and Culture. Carole Counihan and Penny van Esterik (Editor). Oxon: Routledge.

Lihat juga: minuman

7/02/2010

Kategori dan Makanan Minuman

By: Ratih

Makanan terdiri dari berbagai macam roti, menu utama dan cemilan berupa keripik atau makanan ringan lain yang biasa dimakan dalam waktu luang. Soal makan pada dasarnya merupakan kebutuhan . Namun menjadi suatu pola hidup yang mencirikan dari lingkungan sosial seperti apa dia berasal. Layaknya pakaian atau parfum, makanan dengan rasa enak dihargai sebagai sebuah bentuk seni yang mahal. Design yang unik dengan ciptaan baru menjadi nilai plus yang membedakan makanan hanya semata untuk isi perut atau makanan yang disantap dengan penuh gengsi. Cara makan steak atau chinese food di restoran mewah tentunya berbeda dengan makan sate di pinggir jalan, bukan? Makan steak dengan table manner lebih rumit dan memerlukan adaptasi bagi mereka yang tidak dibesarkan dalam keluarga yang biasa makan di meja makan. Makan chinese food dengan sumpit pun perlu latihan bagi mereka yang terbiasa hanya menggunakan tangan kosong saat makan.

Pelatihan soal table manner ini biasa dilakukan di sekolah bagi para calon pejabat negeri ini atau sekolah-sekolah kepribadian. Para bapak dan ibu-ibu yang asli Indonesia ini dilatih di restoran sebuah hotel agar mampu bergaul skala internasional. Pengenalan alat-alat makan, tata cara makan hingga cara memilih menu yang tepat. Gaya memotong steak pun ternyata berbeda-beda. Gaya Eropa dan gaya Amerika. Gaya Eropa memotong daging dari luar garpu sedangkan gaya Amerika dari dalam garpu. Bingung? Langsung praktek saja.

Bagaimana dengan minuman? Setiap gelas yang berbeda bentuk diisi oleh minuman yang berbeda pula. Air putih ada di gelas berkaki dengan bulatan paling besar. Anggur putih atau sampanye di gelas ramping, wine di gelas berbentuk bulat kecil atau sloki, cognac di gelas tanpa kaki. Sedangkan teh ada di dalam cangkir. Kopi di dalam mug. Fungsi gelas yang berbeda tak menjadi halangan bagi kita untuk minum apapun dari bentuk gelas yang berbeda-beda. Nampaknya kita memang belum terbiasa dengan kategori-kategori. Segala hal campur baur menjadi satu fungsi.

7/01/2010

Tanggung Jawab Setelah Wedding Party: Masak

Pendamping Chinese Food

Bahan

½ kg udang, dikupas

150 g margarine

100 g bawang bombay, dicincang halus

200 g tepung terigu

2 maggi blok dilarutkan dalam 500 cc air panas

1 sendok the merica halus

garam

100 g keju parut

2 kuning telur

100 g keju parut

2 kuning telur

100 g tepung roti

2 butir telur, dikocok

minyak goreng



Cara membuat

  • Rebus udang kemudian cincang halus

  • Panaskan margarine, tumis bawang bombay sampai baunya harum. Masukkan tepung terigu dan ¼ bagian air larutan maggie. Tunggu sampai mendidih, baru diaduk. Setelah itu masukkan setiap kali 125 cc air maggi, tunggu sampai mendidih, lalu diaduk. Tambahkan merica, garam, keju, dan kuning telur. Aduk sampai rata. Bila adonan bergelembung, tandanya sudah matang, angkat.

  • Tunggu sampai dingin, dan bentuk adonan ini bulat-bulat sebesar baso dengan garis tengah 2 cm. Gulingkan kroket dalam tepung roti, celup dalam telur kocok, lalu gulingkan kembali dalam tepung roti.

  • Goreng sebentar dalam minyak panas sampai warnanya kuning.

Catatan:

Agar kroket tidak pecah waktu digoreng, minyak harus panas betul dan kroket harus terendam minyak.

Sumber: Buku resep Femina tahun 1990-an

Lihat: minuman



6/30/2010

Leuit: Sedia Makan Sebelum Kelaparan

By: Ratih

Soal kebiasaan makan membutuhkan penelitian yang serius sebab hal ini melibatkan berbagai macam aspek budaya masyarakat yang bersangkutan. Soal makan bukan sekedar makan. Ada nilai-nilai yang dianut masyarakat tertentu sehingga makan bersama merupakan sesuatu yang bernilai sosial. Bukan sekedar demi kepentingan makan hari ini saja, kebiasaan menyimpan persediaan makan telah ada sejak ribuan tahun lalu. Lumbung padi merupakan salah satu contoh cara manusia simpan persediaan makan untuk beberapa lama. Pada masyarakat sunda di desa-desa, lumbung padi atau leuit memiliki beberapa kategori khusus. Ada 6 jenis leuit, yaitu:


  1. Ratna laten adalah lumbung padi terbesar untuk menyimpan padi pupuhu sekaligus tempat untuk melaksanakan ritual ;

  2. Leuit rumbia untuk menaruh padi huma (biji padi yang ditanam di ladang);

  3. Leuit biang untuk menaruh padi sawah(benih nandur/ tanam sambil mundur);

  4. 3 buah leuit pangiring sebagai lumbung padi cadangan bila leuit yang lain penuh.

Tentunya perbedaan fungsi setiap leuit mencirikan pula stratifikasi sosial atau tingkatan yang ada dalam masyarakat tersebut. Rakyat biasa tidak bisa seenaknya mengambil padi persediaan milik pupuhu. Ratna laten idealnya memang bukan miliknya pribadi, meski pupuhu mendapat keistimewaan sebagai pemimpin. Seandainya ratna laten hanya dimiliki pupuhu, tentu tidak akan dijadikan sebagai tempat ritual yang bisa dimasuki orang lain dalam rangka perayaan setelah panen. Sayangnya, nilai-nilai sosial dalam masyarakat sunda sekalipun di desa semakin luntur. Kepemilikan bersama bukan lagi menjadi tujuan utama produksi makanan di desa. Semua tergantung usaha sendiri, bergerak masing-masing dalam memproduksi dan mengkonsumsi makanan. Ketimpangan sosial yang mencolok jelas terlihat.


Maka dapatkah kebiasaan makan berubah dengan mudah seiring dengan maraknya jenis makanan baru dari kota? Tentu saja, hal ini tergantung dari kelompok sosial yang mana seorang anak desa berasal. Bila ia berasal dari kelurga kaya raya yang memonopoli kepemilikan sumber pangan di desa, maka bisa jadi akses untuk mengenal makanan fast food demikian mudahnya. Namun, bagi masyarakat kelas bawah yang makan sehari-hari pun sulit, fast food ibarat makanan dari surga yang harga dan rasanya hanya diketahui dari mulut orang lain. Bayangkan saja, orang-orang kecil yang tidak memiliki pekerjaan hanya mengandalkan kemampuan mereka mencari makanan dari sungai atau kebun. Ikan yang bisa ditangkap atau umbi-umbian yang bisa dicerabut akarnya lalu diolah untuk makan sehari-hari. Untunglah kepedulian para pemilik restoran besar pada keadaan masyarakat yang kekurangan seperti itu sudah mulai terlihat. Misalnya saja, kegiatan-kegiatan sosial yang mereka programkan pada waktu tertentu. Program ini biasanya melibatkan selebritis yang turun desa. Acara rakyat yang merakyat justru semakin membesarkan nama restoran yang sebelumnya tak pernah tersentuh masyarakat desa. Kita nantikan gebrakan-gebrakan mengejutkan lainnya dari restoran sebagai leuit orang kota.


Daftar Pustaka:

Counihan, Carole and Penny Van Esterik (eds). 2008. Food and Culture: A Reader. New York: Routledge


Lihat juga: chinese food, minuman

6/29/2010

Kreasi Kepiting

Hidangan laut rasanya kurang lengkap bila tak menyebut hewan yang satu ini. Kepiting. Kepiting memang bisa diolah dengan cara apa saja, meski masakan yang cukup populer adalah aneka makanan chinese food. Namun, kreasi berikut barangkali belum pernah dicoba. Perkedel kepiting.

Bahan

5 ekor kepiting yang besar

350 g kentang

1 sendok teh susu bubuk

margarine

2 butir telur

minyak goreng

Bumbu yang dihaluskan

4 siung bawang putih

25 butir merica

garam

Cara membuat

  • Rebuslah kepiting sampai matang (kurang lebih 45 menit). Sesudah masak, angkat dan dinginkan. Keluarkan daging kepiting dan pisahkan batoknya. Cuci batok sampai bersih.

  • Rebus kentang, kupas dan haluskan. Tambahkan susu bubuk. Aduk dan sisihkan.

  • Panaskan margarine, tumislah bumbu yang sudah dihaluskan sampai baunya harum. Masukkan daging kepiting dan aduk sampai daging kepiting hancur. Angkat.

  • Campurkan kentang pada daging kepiting, masukkan 1 1/2 butir telur yang sudah dikocok ke dalamnya.

  • Olesi bagian dalam batok kepiting dengan sisa telur kocok, isi dengan adonan sampai penuh. Lumuri bagian atas adonan dengan sisa telur kocok.

  • Goreng dalam minyak sampai warnanya kekuning-kuningan.

Untuk 5 buah.



Catatan

  • Supaya cepat mati, celup kepiting dalam air mendidih.

  • Waktu merebus kepiting, jangan lepas tali pengikatnya. Dan taruh sepotong arang dalam air rebusan untuk menghisap racun yang mungkin ada di dalam kepiting.

Sumber: Buku Aneka Resep Femina tahun 1990-an

Lihat juga: minuman

6/28/2010

Seremoni dan Minuman

    By: Ratih

    Minum bukan hanya sekedar kegiatan setelah makan, pada term 'drink' kegiatan ini sudah pasti merujuk pada minum minuman beralkohol. Pada beberapa negara, minuman merupakan salah satu bagian dari ritual penting. Salah satu minuman yang mengundang pro-kontra dalam beberapa masyarakat adalah minuman beralkohol. Bagi masyarakat yang suka minuman beralkohol menganggap minuman ini adalah minuman yang memberi kekuatan terutama bagi para lelaki. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak melibatkan minuman beralkohol dalam ritual-ritualnya, menganggap alkohol merusak tubuh manusia. Suku apa sajakah yang pro-kontra pada minuman ini dan kegiatan apa yang diiringi dengan minuman alkohol? Tulisan ini hendak menggambarkan suku-suku yang pro dan kontra disertai alasan mereka secara umum berdasarkan hasil penelitian para ahli.

    Suku Kofyar di utara Nigeria merupakan suku yang suka membuat, minum, bicara dan berpikir soal alkohol. Pada dasarnya, hal ini didasari oleh alasan relijius, minuman beralkohol merupakan jalan menuju Tuhan. Pada suku Aztec, minuman beralkohol ada dalam seremoni relijius. Para peserta seremoni harus minum sampai mabuk. Syarat ini merupakan keharusan, bila tidak dilaksanakan, dewa akan kecewa. Sedangkan di India pada beberapa tempat ibadah, jemaahnya menuangkan alkohol demi dewa. Secara garis besar, suku-suku yang pro minuman beralkohol memiliki alasan atas dasar nilai-nilai relijius, bukan semata-mata demi kesenangan belaka. Sungguh berbeda dengan suku-suku yang kontra, diantaranya: Suku Hopi, Indian Pueblo, dan Protestan tidak boleh meminum minuman beralkohol sekalipun hanya simbolik dalam ritual. Di India pada beberapa tempa ibadah tidak memperbolehkan percikan alkohol sebab akan merusak kesucian jemaah dan tempat ibadah.

    Pada beberapa masyarakat, ada konsekuensi emosional dari minuman, seperti di Pago-pago, sebagai suatu bentuk kesantunan. Di Jepang, bila minum dengan porsi dan waktu yang tepat, merupakan cara untuk memberi sensasi secara fisik. Sedangkan pada masyarakat sub-urban, seorang istri menyambut suaminya yang baru pulang kerja dengan cocktail agar terpisah pikiran sang suami dengan pekerjaan yang membuat penat.

    Alasan mereka bukanlah sebuah opini yang muncul sehari dua hari tapi merupakan alasan turun temurun yang dilestarikan melalui ritual kepercayaan. Berbeda dengan kondisi masyarakat masa kini yang cenderung menganggap minuman sebagai cara untuk bersosialisasi dengan nilai-nilai baru yang dianut masyarakat kota. Bukan merupakan sebuah nilai yang berhubungan dengan Tuhan yang ghaib itu, tetapi sebuah cara untuk berhubungan manusia lainnya dengan alasan yang cenderung duniawi.

Daftar Pustaka:

Marshall, Mac. 2000. Beliefs, Behavior & Alcoholic Beverages: A Cross Cultural Survey. Michigan: The university of Michigan Press.



6/22/2010

Seremoni Makan Bagi Orang Cina

Makan merupakan kegiatan utama bagi Orang Cina. Berikut beberapa seremoni makan:

1.Kedatangan tamu

Biasanya orang kaya akan menerima tamu 5 s.d 7 kali seminggu, sedangkan orang yang berasal dari kelas yang lebih rendah akan menerima 1 s.d 3 kali seminggu. Tuan rumah akan menyediakan makanan sementara tamu menunggu di ruang tamu sambil menikmati kwaci. Kesungkanan tamu akan dianggap sebagai hal biasa saja oleh tuan rumah yang akan mengajak tamu untuk menikmati makanan kecil dengan minuman teh di sore hari atau hidangan chinese food di malam hari.

2.Tahun baru

Tahun baru akan dirayakan dengan cara bertukar makanan antar kerabat atau saling mengundang ke rumah yang dijadikan tempat utama untuk menikmati makanan bersama.

3.Festival perahu naga awal musim panas

4.Festival pertengahan musim gugur

5.Acara ulang tahun

6.Pertemuan dengan teman baru

7.Perpisahan dengan teman

Makan merupakan cara untuk mengawali dan mengakhiri sebuah hubungan bagi Orang Cina. Anak-anak akan meminta makanan sehari sampai dengan 3 kali untuk membuat mereka tetap merasa senang. Pengeluaran terbesar bagi mereka dari setiap tingkat usia bukanlah pengeluaran untuk pendidikan atau buku, melainkan untuk bersantap makanan kecil, makanan utama dan bersosialisasi. Moralitas yang paling penting bagi mereka adalah memberi makanan untuk orang tua. Memasak merupakan hal yang penting bagi para gadis yang telah cukup umur. Perceraian bisa saja terjadi hanya karena sang istri tidak mampu menyiapkan makanan dengan baik. Seorang suami akan merasa sangat bangga bila memiliki istri yang bisa memasak dengan baik. Seorang suami akan mencari istri lain bila mereka tidak memperoleh anak laki-laki dari istri pertama dan membeli sebidang tanah untuk mereka olah. Dengan cara ini mereka akan memperoleh anak laki-laki yang mampu menghias kuburan sang ayah dengan semangkuk nasi dan daging.


Sumber bacaan:

Chen, Zischan. 2005. Food and Chinese Culture. Long River Press: San Fransisco.

6/03/2010

Catering Pernikahan

Persiapan menjelang pernikahan memang bikin repot. Salah satu hal yang paling penting dalam acara pernikahan ialah makanan. Pesan makanan yang paling enak sesuai selera pastinya harus keliling-keliling catering. Sebelum melakukan itu biasanya kan dateng ke restaurant-restaurant jadi ada bayangan makanan seperti apa yang menjadi pilihan. Soal harga juga jadi pertimbangan agar porsi yang ada sesuai budget.
Jadi tipsnya:
1. Cari info dari temen-temenmu yang lebih dulu mengadkan pesta pernikahan
2. Hunting makanan (cuma mahal nih) berapa banyak makanan dan minuman yang harus dicoba?
Lebih irit buka www.openrice.com